29
Nov
08

KISAH BUDAK

 

 

Robert Nozick
Robert Nozick

 

 

Sebagai seorang libertarian, Robert Nozick diprihatinkan oleh ‘persenjataan lengkap’ kekuasaan yang dimiliki Negara demokratis modern atas warga negaranya. Untuk lebih memahami sifat dasar dari sebuah Negara semacam itu dan hubungannya dengan warga negaranya, Nozick meminta kita untuk merenungkan rangkaian kasus berikut ini dan membayangkannya terjadi pada kita.

 

1.Ada seorang budak yang sepenuhnya berada dalam kekuasaan tuannya yang bertingkah brutal. Dia sering dipukuli dengan kejam, dipanggil untuk bertugas di tengah malam, dst.

2. sang tuan lebih berbaik hati dan hanya memukul jika sang budak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan (seperti tidak memenuhi kuota kerja dst.) dia memberikan waktu luang bagi budaknya.

3. Sang tuan mempunyai sekumpulan budak, dan dia memutuskan  apa-apa yang mesti disediakan untuk mereka atas dasar kebaikan, mengingat akan kebutuhan mereka, jasa mereka, dst.

4. Sang tuan membiarkan  budak-budaknya bebas selama 4 hari dan hanya menyuruh mereka bekerja tiga hari per minggu di tanahnya. Sisa waktunya milik mereka.

5. Sang tuan mengijinkan budak-budaknya pergi dan bekerja di kota (atau kemanapun mereka mau) demi gaji. Dia hanya mewajibkan mereka untuk mengiriminya 3/7 dari gaji mereka. Dia juga tetap punya kuasa untuk memanggil mereka kembali ke ladang jika terdapat keadaan darurat yang mengancam tanahnya. Lebih jauh lagi dia tetap punya hak untuk membatasi budak-budaknya berpartisipasi dalam aktivitas berbahaya tertentu yang bisa mengancam keuntungan finansialnya, sebagai contoh, mendaki gunung atau merokok.

6. Sang tuan mengijinkan seluruh budaknya yang berjumlah 10.000, kecuali Anda, untuk memilih, dan keputusan bersama dibuat oleh mereka semua. Ada diskusi terbuka,dst., di antara mereka, dan mereka punya kekuasaan menetapkan untuk apa saja jumlah persentase pendapatan mu (dan mereka) yang telah mereka putuskan untuk mereka ambil; aktivitas-aktivitas apa saja yang secara logis mungkin terlarang bagi Anda, dst.

 

Mari kita menghentikan sejenak rangkaian kasus ini untuk melakukan sedikit tinjauan. Jika sang tuan terkena pemindahan kekuasaan ini sehingga dia tidak dapat menngambilnya, maka Anda mengalami pergantian tuan. Anda sekarang memiliki 10.000 tuan sebagai ganti dari hanya satu tuan; dengan kata lain Anda memiliki satu tuan berkepala 10.000. Barangkali 10.000 tuan bahkan akan lebih berbaik hati dibandingkan seorang tuan yang penuh kebajikan pada kasus 2. tapi tetap saja mereka tuan Anda. Seorang tuan tunggal yang baik hati (seperti pada kasus 2) mungkin akan mengijinkan budak(-budaknya) untuk mengemukakan pendapat dan mencoba membujuknya untuk membuat suatu keputusan tertentu. Tuan berkepala 10.000 bisa melakukan hal seperti ini juga.

7. Walaupun masih tak bisa memilih, Anda bebas (dan diberi hak) untuk memasuki diskusi 10.000 budak tadi, untuk mencoba membujuk mereka mengadopsi bermacam kebijakan dan mengurus  kepentingan anda dan diri mereka sendiri dalam cara tertentu. Kemudian mereka bangkit untuk melakukan voting untuk memutuskan kebijakan-kebijakan yang melindungi (menutupi) wilayah kekuasaan mereka yang sangat luas.

8. Untuk menghargai kontribusi Anda yang berguna dalam diskusi, 10.000 orang tadi mengijinkan Anda untuk turut memilih (melakukan voting) jika mereka menemui jalan buntu; mereka menyatakan diri untuk mengakui prosedur ini. Setelah diskusi Anda menandai pilihan Anda pada secarik kertas, dan mereka mulai memilih. Kebetulan mereka terbagi menjadi dua sama banyak pada beberapa isu, 5000 setuju dan 5000 menolak, mereka memeriksa surat suara Anda dan memasukkannya dalam hitungan. Hal semacam ini belum pernah terjadi; mereka sampai saat ini belum pernah punya kesempatan untuk membuka surat suara Anda. (Seorang tuan tunggal juga mungkin menyatakan diri untuk membiarkan budaknya memutuskan isu apapun mengenai apa yang bagi sang tuan itu benar-benar tidak menarik atau biasa saja.)

9. mereka menambahkan voting Anda dalam voting mereka. Jika hasil voting itu benar-benar seimbang, voting Anda yang akan menentukan isu. Sebaliknya hal tersebut tidak memberikan perbedaan pada hasil pemilihan.

Pertanyaannya adalah: dari kasus 1 sampai 9, mana yang benar-benar  bukan lagi kisah mengenai seorang budak?

 

Sumber: Robert Nozick, Anarchy, State, and Utopia. Copyright 1974 by Basic Book, Inc. NY.    

 

 

 

 


0 Responses to “KISAH BUDAK”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: